Aku benar-benar berharap agar seluruh pembaca khususnya para wanita, suatu saat mampu berteriak secara lantang bersamaku dengan mengatakan selamat tinggal tuhanku aku perempuan merdeka. Tapi senang saja, ini bukanlah bentuk pelarian diri dari Tuhan Sang Maha, ini hanya bentuk pembangkangan terhadap Tuhan yang berwujud manusia, baik yang bersemayam dalam diri manusia sendiri maupun dalam wujud ciptaan yang lainnya. Namun, aku mohon, maklumlah saja jika lembaran-lembaran buku ini nantinya akan diisi dengan tulisan-tulisan yang mungkin memuakkan, dan jika benar-benar mencapai ke titik itu, tutup saja bukunya, campakkan ia ke sudut kamar, kemudian berwudhu dan setelah itu aku berharap ia akan dipungut dan dibaca lagi.