Saat ini Indonesia menjadi produsen kakao terpenting di dunia. Negeri ini menduduki peringkat ketiga produsen terbesar kakao setelah pantai Gading dan Ghana. Beberapa konsumen menilai Indonesia adalah salah satu yang paling menarik dalam jangka panjang dengan sejumlah pertimbangan. Hanya saja banyak orang beranggapan jika kakao Indonesia tidak berkualitas baik. Meraka berpendapat bahwa kakao Indonesia diekspor dalam bentuk non fermentasi. Tapi faktanya, petani Indonesia mampu melakukan fermentasi dan menghasilkan biji kakao berukuran besar. Rendahnya kualitas ini lebih ditenggarai karena pasar lokal kurang memberikan insentif terhadap mutu.
Selain itu, ancaman kelangkaan bahan baku coklat telah diperkirakan sejak tahun 2015 lalu. Faktanya tahun 2016 ini ancaman tersebut benar-benar terjadi. Hal ini diakibatkan produksi kakao yang cenderung tetap sedangkan permintaan terhadap kakao terus mengalami peningkatan. Tanpa disadari, petani atau pebisnis kakao Indonesia memiliki peluang yang besar untuk meningkatkan daya tawar biji kakao.