Kartini adalah potret tragis perempuan, di awal abad ke-20, ketika harkat perempuan dimaknai sebatas kanca wingking yang berkutat di sumur, dapur, dan kasur. Riwayat hidupnya menggambarkan penderitaan perempuan Jawa yang terpasung dalam tembok tradisi dan adat istiadat masyarakat feodal-patriarkal Jawa yang begitu angkuh dan kukuh serta membatasi ruang gerak mereka, mulai dari pelarangan belajar, adanya pingitan, hingga harus siap dipoligami oleh suami dengan alih-alih berbakti.